Bandara Bali Utara: Ditendang dari PSN, Diamuk Megawati, Bosnya Buka Suara

SOBATINDONEWS.COM, BALI – Rencana pembangunan proyek Bandara Bali Utara mendapat sorotan. Banyak cerita di balik rencana pembangunan bandara alternatif I Gusti Ngurah Rai tersebut sejak 2022 lalu.
Dari awalnya masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), kini rencana pembangunan Bandara Bali Utara atau Bandara Buleleng itu jadi tak jelas nasibnya. Bahkan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarno Putri menolak pembangunan tersebut. Berikut ulasannya.

‘Ditendang’ dari PSN
Pada 2022, pemerintah mencoret 8 proyek dari PSN. Salah satu proyek yang ditendang dari PSN tersebut adalah Bandara Bali Utara.

Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Wahyu Utomo mengatakan, hal ini diatur oleh Permenko Nomor 9 Tahun 2022.

Dari data Kemenko Perekonomian, menjelang semester II 2022, terdapat perubahan atas daftar PSN yang mengubah 208 proyek dan 10 program menjadi 200 proyek dan 12 program.

Diamuk Megawati
Megawati menolak keras rencana pembangunan Bandara Buleleng, Bali. Bahkan saat mendengar permasalahan ini dirinya sempat mengamuk.

Ketua Umum PDIP itu juga langsung menghubungi Gubernur Bali I Wayan Koster terkait rencana pembangunan tersebut.

“Saya bilang keluarga besar saya di Buleleng. Mau dibikinin lapangan terbang, ngamuk saya dan saya panggil Pak Koster. Enak saja aku bilang hanya untuk ngubungin pariwisata, enggak,” ungkapnya saat kunjungannya ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur.

Ia menuturkan, pada akhirnya hal tersebut pun didengar Presiden Joko Widodo. Ia menceritakan ketidaksetujuan dengan pembangunan Bandara Buleleng.

“Saya bilang sama Pram, tolong banget ini atas nama warga Bali aku bilang jangan mikirin diri sendiri, Pulau Bali ini seupret tahu enggak. Penduduknya hanya berapa, terus yang mau didatangkan ke sini hanya investor doang. Saya mau rakyat Bali saya juga ada yang bisa menjadi pengusaha dan lain sebagainya dong,” katanya.

Megawati pun menuturkan, pada waktu tersebut, mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio sempat datang ke rumahnya dan membujuk dirinya terkait Bandara di Buleleng tersebut. Ia pun mengaku tetap kekeuh menolak terkait hal tersebut.

“Saya nanya ke Pak Budi Karya waktu itu sebenarnya Bandara Ngurah Rai itu mau dijadikan apa toh, dan (dikatakan Budi) runway-nya mau dibikinkan satu lagi. Pertanyaannya kalau Buleleng dengan pandemi kemarin sampai sekarang ini apa enggak mabuk tuh, siapa yang mau naik dari sana,” terangnya.

Dirut PT BIBU Panji Sakti Buka Suara
Direktur Utama PT BIBU Panji Sakti, Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo selaku pihak yang memprakarsai dan menggarap Bandara Bali Utara di Buleleng buka suara soal kritik yang dilempar Megawati.

Menurutnya, kritik Megawati disampaikan atas dasar kecintaan Mantan Presiden ke 5 itu kepada Bali. Seperti diketahui, darah Bali mengalir dalam tubuh Megawati. Neneknya merupakan putri asli Buleleng.

Namun, Erwanto yang akrab dipanggil Iwan menilai Megawati tak menyampaikan penolakan namun hanya kekhawatiran soal pembangunan bandara di Buleleng.

Dia menyebutkan kemungkinan kekhawatiran itu muncul karena Megawati belum mendapatkan gambaran utuh soal pembangunan Bandara Internasional Bali Utara yang digarap oleh pihaknya.

“Beliau itu takut kehilangan Bali. Kalau misalnya ada apa-apa, saya lihat ini worried (khawatir) saja bukan menolak. Karena menurut saya beliau belum mendapatkan gambaran utuh saja soal bandara bali utara ini,” kata Iwan saat berbincang dengan detikcom di kantornya, bilangan BSD, Tangerang Selatan.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.