Darurat Kasus Pelecehan Seksual Anak di Provinsi Lampung

SOBATINDONEWS.COM,LAMPUNG–Di Provinsi Lampung telah terjadi 4 kasus pelecehan anak di bawah umur. Para pelaku justru berasal dari orang terdekat korban. Pemerintah Lampung turun tangan terkait kasus pelecehan yang telah terjadi.

Diawali dengan kasus pertama terjadi di Kabupaten Tulang Bawang Barat yang dilakukan oleh pimpinan ponpes berinisial AA. Pada kasus di Tulang Bawang, Ketua Ponpes berinisial AA melakukan pelecehan seksual terhadap
enam santriwatinya di mana tiga di antaranya yaitu HH (15), RH (15) dan SM(17), disetubuhi dengan dalih mendapatkan berkah dari tuhan jika melayani nafsu bejatnya. Kapolres Tulang Bawang Barat AKBP Sunhot P Silalahi mengatakan pelaku AA sudah ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini ditahan di Mapolres Tulang Bawang Barat.

Kasus kedua yakni terjadi di Kabupaten Lampung Selatandengan pelaku berinisial MI. Pimpinan Pondok Pesantren El Karimsyah, Desa Rulung Raya, Kecamatan Natar, Lampung Selatan. Kapolres Lampung Selatan AKBP Edwin mengungkapkan tersangka MI disangkakan telah melakukan kejahatan seksual terhadap tiga orang santriwati.

Kasus ketiga terjadi di Kabupaten Lampung Utara yang juga dilakukan oleh pimpinan ponpes. Menurut Kapolres Lampung Utara AKBP Kurniawan Ismail, pelaku berinisial AH. “Korban berinisial LA dicabuli dengan modus dipanggil untuk membantu membersihkan rumah pelaku,” kata Kurniawan.

Pada kasus terakhir, di Kabupaten Pringsewu seorang ayah tega meniduri putri nya selama 3 tahun lama. Kapolres Pringsewu AKBP Rio Cahyowidi, “Korban mengaku sudah 10 kali disetubuhi ayahnya sejak dia masih kelas 1 SMP dan kini kelas 3 SMP, artinya sudah berlangsung selama 3 tahun,” terangnya.

Menanggapi seluruh peristiwa pelecehan seksual yang terjadi itu, Pemerintah Provinsi Lampung akhirnya angkat bicara. Kepala Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Lampung, menilai hal ini harus menjadi perhatian khusus dan serius oleh semua pemangku kebijakan dan seluruh lapisan masyarakat. Untuk itu, Fitri menuturkan dalam waktu dekat sesuai dengan perintah Gubernur Lampung. Pihaknya dengan instansi terkait akan terjun langsung ke lapangan terutama ke desa – desa untuk memberikan penyuluhan serta edukasi kepada masyarakat.

Menurut dia, banyak faktor yang mendasari hingga terjadinya pelecehan seksual di lingkungan keluarga atau dilakukan oleh orang-orang terdekat.

Terlepas dari upaya Pemerintah Provinsi Lampung dalam upaya pencegahan, Fitri menilai hal yang sangat penting yakni merangkul para korban pelecehan seksual anak – anak di bawah umur.”Ini tanggung jawab kita bersama, mereka para korban harus kita rangkul untuk menghilangkan trauma agar mereka terhindar untuk menjadi pelaku di masa mendatang. Menurut saya ini sangatlah penting, “terang Fitri.

Fitri juga mendorong kepolisian dalam aspek penegakan hukum agar memberikan hukuman berat. “Kami juga mendorong terkait hukuman yang diterapkan kepada para pelaku kejahatan seksual ini agar lebih berat. Hal ini agar menjadi contoh dengan tujuan tidak ada lagi wanita ataupun anak-anak yang menjadi korban pelecehan,” tandasnya.

Secara tegas, Karwito menyampaikan akan mengevaluasi seluruh ponpes terutama tenaga pengasuh ataupun pengajar dengan melakukan pengecekkan terhadap mental para pengasuh baik dari segi kebatinannya segi psikologinya, segi pengendalian dirinya agar lebih ramah anak sesuai dengan nilai pesantren itu sendiri.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.