Harga Kedelai Masih Tinggi, Puskopti Jateng Sarankan Subsidi

SOBATINDONEWS.COM, SEMARANG – Pusat Koperasi Tempe Tahu Indonesia (Puskopti) Jawa Tengah mendorong agar pemerintah memberikan subsidi harga kedelai impor untuk para perajin tempe dan tahu.

Ketua Puskopti Jateng Sutrisno Supriantoro mengatakan, harga kedelai yang berlaku saat ini masih tinggi. Hal itu membuat para perajin pesimis akan usahanya.

“Pemerintah harus memberi selisih harga, itu yang kami harapkan. Sehingga perajin atau UMKM ini benar-benar bekerja atau membuat tempe dengan rasa optimisme dan ada keuntungan,” kata Sutrisno saat dihubungi tribunjateng.com, Selasa (10/1/2023).

Dijelaskan Sutrisno lebih lanjut, harga kedelai impor saat ini sendiri berada di kisaran Rp 12.400 per kilogram.

Adapun harga itu telah turun dari sebelumnya yang berada di kisaran Rp 12.800 – Rp 12.900 per kilogram akhir tahun lalu.

Ia mengatakan, penurunan harga itu merupakan upaya pemerintah untuk menekan harga.

“Turunnya ini memang ditekan pemerintah, karena yang akan menentukan harga kedelai nanti pemerintah, bukan swasta lagi.

Jadi ini mestinya (akan turun lagi menjadi) Rp 11.500 sampai Rp 12.000 di pengrajin tempe dan tahu.

Kami mengapresiasi peran pemerintah yang sekarang berpihak pada pengrajin tempe tahu dengan senjatanya yaitu Perpres nomor 125 tahun 2022 (tentang penyelenggaraan cadangan pangan pemerintah). Jadi Perpres ini berpihak kepada UMKM, khususnya pengrajin tempe tahu,” terangnya.

Di sisi lain, dia juga mengatakan, Meski ada upaya pemerintah untuk menekan harga kedelai itu, menurut Sutrisno, harga yang berlaku saat ini masih tinggi.

Menurutnya, harga tersebut masih memberatkan para perajin.

Ia mengatakan, pihaknya sendiri akan terus mendorong pemerintah agar harga kedelai dapat sesuai dengan yang diharapkan para perajin tahu dan tempe.

“Meskipun ini nanti harganya Rp 12 ribu per kilogram sudah sampai pengrajin, idealnya harga Rp 10 ribu per kilogram. Oleh karena itu, untuk mencapai harga itu pemerintah (harus) tetap memberi subsidi harga. 

Sekarang harganya masih Rp 12.400 per kilogram, masih layak pemerintah memberi selisih harga karena idealnya harga kedelai Rp 10 ribu atau Rp 9.500 per kilogram,” imbuhnya.

Dikutip dari Tribun Jateng

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.