Kasus Campak Tertinggi Jatim Didominasi Pulau Madura

SOBATINDONEWS.COM, SURABAYA – Kasus campak di Jawa Timur masih cukup tinggi. Tetapi kasus tertinggi didominasi Pulau Madura.

Data Dinas Kesehatan Jatim mencatat hingga Desember 2022, tercatat 150 kasus campak dari 4 kabupaten di Pulau Madura. Kendati demikian, kasus ini masih dapat ditangani dan banyak pasien dinyatakan sembuh.

“Berdasarkan laporan yang masuk ke Dinkes Provinsi Jatim, belum ada laporan campak yang memerlukan perawatan intensif,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Jatim, dr Erwin Ashta Triyono, Selasa (24/1/2023).

Cakupan imunisasi yang menurun secara signifikan saat pandemi Covid-19 lalu, kata Erwin, disinyalir menjadi penyebab meningkatnya kasus campak di Jatim. Sebab, banyak anak yang tak mendapatkan vaksin campak.

Kasus campak terjadi dikarenakan rendahnya cakupan imunisasi MR/MMR. Oleh karena itu, kepada orangtua harus memastikan buah hatinya sudah mendapatkan cakupan vaksinasi yang lengkap,” pesannya.

Diberitakan sebelumnya, kasus campak rubela 8 daerah di Jatim meningkat pada Januari 2023. Delapan daerah tersebut antara lain Kota Batu, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Magetan, Bangkalan, Sampang, Sumenep dan Pamekasan.

Rinciannya, Kota Batu 4 kasus, Kabupaten Pasuruan 34 kasus, Kabupaten Probolinggo 5 kasus, dan Magetan 10 kasus. Sementara di Pulau Madura, Bangkalan ada 13 kasus, Sampang 57 kasus, Sumenep 55 kasus, dan Pamekasan 25 kasus.

(beritajatim.com)

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.