PT DOK Kembali Dilaporkan ke Polda Bali, Kini Jumlah Korban Mencapai 793 Orang

SOBATINDONEWS.COM, BALI – Ratusan korban kasus dugaan investasi bodong kembali melaporkan PT Dana Oil Konsorsium (DOK) ke Polda Bali pada Selasa 24 Januari 2023.

Laporan ratusan korban tersebut diadvokasi oleh Drs. I Gede Alit Widana, S.H., M.Si., serta sejumlah rekannya yang tergabung dalam Rekonfu 87 Law Firm.

Dalam kesempatan tersebut, I Gede Alit Widana yang juga Mantan Wakapolda Bali itu menuturkan, jumlah korban yang ditanganinya mencapai 793 orang.

Kendati 793 orang menjadi korban, pelaporan tersebut diwakili oleh empat orang korban.

Laporan polisi yang nantinya akan ditangani oleh Ditreskrimum Polda Bali itu melaporkan 6 terduga pelaku dari pihak PT DOK.

“Yang dilaporkan ada 6 orang dari pihak PT DOK,” ucap Alit Widana kepada.

6 terduga pelaku yang dilaporkan para korban yakni I Nyoman Tri Dana Yasa selaku Direktur PT DOK, serta 5 orang lainnya berinisial PSOA, PEYA, NAS, WBA, RKP selaku founder PT DOK.

Tak tanggung-tanggung, total kerugian yang dialami oleh 793 korban mencapai lebih dari Rp 61 miliar.

“793 orang yang kami advokasi. Kerugiannya mencapai 61 miliar lebih,” tambah Alit Widana.

Alit Widana menuturkan, para korban berharap agar dana yang telah diinvestasikan di PT DOK dapat kembali.

“Iya kalau dari korban berharap agar uangnya kembali,” pungkas Drs. I Gede Alit Widana, S.H., M.Si.

Sementara itu, I Ketut Sudiarta Antara (52) selaku salah satu korban yang membuat laporan polisi menuturkan, laporan yang dibuatnya telah diterima oleh Ditresrkimum Polda Bali.

Ia menuturkan, laporan tersebut dibuat guna mengembalikan hak para korban selaku investor lantaran dinilai tak sesuai dengan surat perjanjian kerjasama yang dibuat.

“Hari ini pelaporan sudah diterima oleh Ditreskrimum untuk melaporkan pengelola PT Dana Oil Konsorsium (DOK). Tujuan kami adalah mengembalikan hak kami sebagai investor sesuai perjanjian kerjasama di PT DOK,” ujar Sudiarta.

Sudiarta pertama kali berinvestasi di PT DOK pada Agustus 2020 lalu.

Hingga November 2021, para korban disebut masih mendapatkan hasil investasi.

Namun sejak Desember 2021, para korban mulai tidak mendapat pembagian hasil lantaran diduga ada permasalahan di internal PT DOK.

“Tahun 2020 Agustus (pertama kali investasi) dan itu mendapatkan keuntungan sampai November 2021. Selanjutnya karena tidak adanya pembagian hasil karena ada masalah di internal dari sudut pandang kami, kami tidak ada hasil dan kami tetap menunggu supaya akan mendapatkan hasil lagi,” pungkas Sudiarta.

Laporan polisi yang diadvokasi oleh Alit Widana bukan yang pertama kalinya.

Sebelumnya, sebanyak 559 orang melapor ke Polda Bali lantaran kasus dugaan investasi bodong yang dilakukan oleh pimpinan PT DOK, Nyoman Tri Dana Yasa.

Dikonfirmasi kepada Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Stefanus Satake Bayu Setianto, dirinya membenarkan adanya pelaporan tersebut.

Diketahui, Nyoman Tri Dana Yasa telah ditahan Polda Bali sejak Kamis 17 November 2022 lalu.

Kombes Pol. Stefanus Satake Bayu Setianto menuturkan, modus operandi yang digunakan terduga pelaku yakni dengan menggelar pertemuan dan mengedukasi calon korbannya soal investasi.

Disinyalir, terduga pelaku Nyoman Tri Dana Yasa melakukan aksinya dengan dibantu sejumlah rekannya.

Nyoman Tri Dana Yasa dan rekannya berusaha meyakinkan calon korban bahwa investasi yang dikelolanya berjalan aman.

Tak hanya itu, Nyoman Tri Dana Yasa beserta rekannya mengiming-imingi calon korban akan mendapat keuntungan 3 persen dalam jangka waktu tertentu.

Bahkan, terduga pelaku juga menjanjikan bahwa uang investasi tersebut dapat diambil kembali oleh investor.

“Awalnya memang ada proses edukasi dari tersangka dan teman-temannya bahwa ini (investasi) aman. Uang juga bisa diambil kembali.”

“Setelah itu, tiap minggu atau bulan, dijanjikan keuntungan 3 persen dari terduga pelaku,” jelas Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Stefanus Satake Bayu Setianto saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Jumat 18 November 2022.

Kabid Humas Polda Bali menambahkan, kendati 559 orang telah melapor, jumlah investor yang ikut dalam investasi tersebut diperkirakan mencapai 3.000 orang.

Ditanya soal jenis investasi yang dijalankan oleh terduga pelaku Nyoman Tri Dana Yasa, Kabid Humas Polda Bali tak dapat berbicara banyak lantaran kasus tersebut masih dalam penyelidikan.

Kombes Pol. Stefanus Satake Bayu Setianto menuturkan, kasus dugaan investasi bodong oleh Nyoman Tri Dana Yasa telah diselidiki oleh Ditreskrimum Polda Bali.

“Iya ini ditangani oleh Krimum (Ditreskrimum Polda Bali,” pungkas Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Stefanus Satake Bayu Setianto saat dihubungi pada Jumat 18 November 2022.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.